Friday, February 12, 2010

Perawatan Bayi Prematur

Perawatan bayi prematur ternyata tidaklah sesulit yang dibayangkan. Asal tahu langkah-langkahnya, kondisi si mungil akan semakin mantap.

Manusia boleh berencana, tapi Tuhan-lah yang menentukan. Usia kehamilan boleh jadi sudah dihitung cermat. Segala persiapan menyambut si kecil pun sudah dilakukan. Namun belum genap berusia 37 minggu, si jabang bayi sudah lahir karena satu dan lain hal. Kelahiran yang lebih awal dari waktu semestinya tentulah membawa serangkaian efek. Tak heran kalau bayi prematur perlu mendapat perawatan istimewa.

SAMAKAN PERSEPSI

Apa yang dimaksud bayi prematur, menurut dr. Hari Martono, SpA., adalah bayi yang lahir belum cukup bulan.

Berdasarkan kesepakatan WHO, belum cukup bulan ini dibagi lagi menjadi 3, yaitu:

* Kurang bulan adalah bayi yang lahir pada usia kurang dari 37 minggu.
* Sangat kurang bulan adalah bayi yang lahir pada usia kurang dari 34 minggu.
* Amat sangat kurang bulan adalah bayi yang lahir pada usia kurang dari 28 minggu.

Makin pendek usia kehamilan ibu, maka kemungkinan terjadinya komplikasi pada bayi makin besar. Selain penggolongan berdasarkan usia kehamilan, ahli lain menggolongkan bayi prematur berdasarkan berat badan saat lahir. "Bayi-bayi yang lahir dengan berat badan di bawah 2.500 gram, ada yang mengategorikannya sebagai bayi prematur," lanjut dokter spesialis anak dari RS Pondok Indah, Jakarta ini.

BERAGAM MASALAH YANG MUNCUL

Salah satu alasan yang harus dipertimbangkan ibu hamil dalam memilih tempat bersalin adalah kecukupan alat untuk membantu persalinan. "Kalau terlahir prematur, mau tidak mau bayinya pasti dirujuk ke RS yang mempunyai peralatan lengkap," tambahnya. Mengapa harus begitu? Lebih jauh Hari menjelaskan, "Bagaimanapun bayi yang terlahir belum cukup bulan, memiliki kemampuan beradaptasi yang masih sangat rendah dengan dunia luar. Organ-organ tubuhnya pun belum berkembang sempurna."

Seharusnya, di minggu-minggu tersebut si bayi masih berada dalam kandungan dengan segala kenyamanannya, dan bukan malah berjuang keras beradaptasi dengan dunia luar. Sebagai akibatnya, jelas ada serangkaian dampak yang mungkin muncul menyusul kelahiran yang belum waktunya:

* gagal napas (asfiksia)

Belum matangnya organ tubuh, terutama paru-paru, memungkinkan bayi prematur mengalami gagal napas. Untuk mengatasinya, dokter akan melakukan resusitasi (usaha bernapas kembali dengan pernapasan buatan atau pijat dan rangsang jantung).

* gangguan otak

Bila gagal napas dibiarkan saja, bukan tak mungkin akibat yang lebih serius akan dialami bayi prematur. Contohnya kerusakan pada otak yang merupakan organ tubuh yang vital.

* pembuluh darah tidak menutup

Sebelum lahir, ada pembuluh darah yang digunakan bayi untuk bernapas. Pembuluh darah ini seharusnya menutup dengan sendirinya begitu bayi lahir. Namun karena lahir prematur, bisa jadi pembuluh darah tersebut tetap terbuka, sehingga menimbulkan serangkaian masalah.

* saluran cerna belum berfungsi penuh

Saluran cerna yang belum matang juga akan menimbulkan dampak pada bayi prematur. Ditambah lagi refleks isap dan kemampuan menelannya yang belum berfungsi dengan baik. ASI bisa diberikan melalui pipet plastik bila bayi belum kuat mengisap langsung dari ibunya. Setelah lahir, sebaiknya si bayi tidak dipuasakan terlalu lama. Idealnya, sekitar 24-72 jam pertama ia sudah mendapat tambahan nutrisi. Bila perlu, manfaatkan cairan infus.

* kuning

Fungsi hati yang belum maksimal akan menyebabkan hemoglobin menumpuk karena tidak bisa diproses. Akibatnya, bayi menjadi kuning.

* infeksi

Kalau bayi cukup bulan saja berkemungkinan memiliki daya tahan tubuh yang relatif masih rendah, apalagi bayi yang lahir prematur. Salah satu masalah yang mungkin timbul adalah mudahnya ia terkena infeksi.

PERAWATAN DI RUMAH SAKIT

Yang pasti, bayi lahir prematur memerlukan perawatan yang lebih intensif, "Karena dia masih membutuhkan lingkungan yang tidak jauh berbeda dari lingkungannya selama dalam kandungan," kata Hari. Oleh karena itu, di rumah sakit bayi prematur akan mendapatkan perawatan sebagai berikut:

* dimasukkan dalam inkubator

Inkubator berfungsi menjaga suhu bayi supaya tetap stabil. Akibat sistem pengaturan suhu dalam tubuh bayi prematur belum sempurna, maka suhunya bisa naik atau turun secara drastis. Ini tentu bisa membahayakan kondisi kesehatannya. Selain itu, otot-ototnya pun relatif lebih lemah. Sementara cadangan lemaknya juga lebih sedikit dibanding bayi yang lahir cukup bulan.

* pencegahan infeksi

Mudahnya bayi prematur terinfeksi menjadikan hal ini salah satu fokus perawatan selama di RS. Pihak RS akan terus mengontrol dan memastikan jangan sampai terjadi infeksi karena bisa berdampak fatal.

* minum cukup

Bagi bayi, susu adalah sumber nutrisi yang utama. Untuk itulah selama dirawat, pihak RS harus memastikan si bayi mengonsumsi susu sesuai kebutuhan tubuhnya. Selama belum bisa mengisap dengan benar, minum susu dilakukan dengan menggunakan pipet.

* memberikan sentuhan

Selama bayi dibaringkan dalam inkubator bukan berarti hubungan dengan ibunya harus putus. Justru, ibu sangat disarankan untuk terus memberikan sentuhan pada bayinya. Bayi prematur yang mendapat banyak sentuhan ibu menurut penelitian menunjukkan kenaikan berat badan yang lebih cepat daripada jika si bayi jarang disentuh.

* membantu beradaptasi

Bila memang tidak ada komplikasi, perawatan di RS bertujuan membantu bayi beradaptasi dengan lingkungan barunya. Setelah suhunya stabil dan dipastikan tidak ada infeksi, bayi biasanya sudah boleh dibawa pulang. Namun, ada juga sejumlah RS yang menggunakan patokan berat badan. Misalnya bayi baru boleh pulang kalau beratnya mencapai 2 kg kendati sebenarnya berat badan tidak berbanding lurus dengan kondisi kesehatan bayi secara umum.

5 LANGKAH PERAWATAN DI RUMAH

Setelah kondisinya memungkinkan dan memenuhi persyaratan, tentu saja bayi boleh dibawa pulang. "Tapi untuk bayi prematur, sebaiknya 3 hari setelah dibawa pulang segera kontrol kembali ke dokter untuk memastikan bahwa tidak ada masalah apa pun selama kepulangannya."

Nah, apa saja 5 langkah yang harus dilakukan ketika bayi berada di rumah?

1. Minum susu

Bayi prematur membutuhkan susu berprotein tinggi. Namun dengan kuasa Tuhan, ibu-ibu hamil yang melahirkan bayi prematur dengan sendirinya akan memproduksi ASI yang proteinnya lebih tinggi dibanding ibu yang melahirkan bayi cukup bulan. Kalaupun si ibu mengalami masalah dengan ASI-nya, ada susu khusus yang memang diperuntukkan bagi bayi prematur. Yang harus diingat, karena kapasitas saluran cernanya masih amat terbatas, maka pemberian susu sebaiknya jangan terlalu banyak. Namun agar kebutuhannya tercukupi, tingkatkan frekuensi pemberiannya.

2. Jaga suhu tubuhnya

Salah satu masalah yang dihadapi bayi prematur adalah suhu tubuh yang belum stabil. Oleh karenanya, orang tua harus mengusahakan supaya lingkungan sekitarnya tidak memicu kenaikan atau penurunan suhu tubuh bayi. Langkah yang bisa ditempuh dengan menempati kamar yang tidak terlalu panas ataupun dingin. Begitu juga saat memandikannya, jaga jangan sampai air yang digunakan untuk memandikannya terlalu panas atau terlalu dingin sehingga bakal mempengaruhi suhu tubuhnya.

3. Pastikan semuanya bersih

Seperti sudah disebutkan di atas, bayi prematur lebih rentan terserang penyakit dan infeksi. Karenanya orang tua harus berhati-hati menjaga keadaan si kecil supaya tetap bersih sekaligus meminimalisir kemungkinan terserang infeksi. Salah satu langkah penting yang disarankan Hari adalah imbauan bagi siapa saja yang akan memegang bayi supaya mencuci tangan terlebih dahulu. Kalau ada anggota keluarga yang sakit pun sebaiknya jauh-jauh saja dari si kecil.

4. BAK dan BAB

BAK dan BAB bayi prematur masih terhitung wajar kalau setelah disusui lalu dikeluarkan dalam bentuk pipis atau pup. Menjadi tidak wajar apabila tanpa diberi susu pun bayi terus BAK atau BAB. Untuk kasus seperti ini tak ada jalan lain kecuali segera membawanya ke dokter.

5. Berikan stimulus yang sesuai

Setelah dipastikan 4 hal di atas tidak ada masalah, orang tua tidak perlu khawatir untuk melakukan aktivitas rutin lainnya. Semisal mengajaknya bermain, menimang, menggendong dan sebagainya. Untuk merangsang indra penglihatannya, tunjukkan perbedaan warna gelap dan terang, gambar-gambar dan mainan berwarna cerah, serta ekspresi wajah ayah dan ibu. "Berikan stimulus yang sesuai dengan usianya," tandas Hari.

YANG HARUS DIWASPADAI

Namun Hari menegaskan mengenai adanya beberapa hal yang tetap harus diwaspadai orang tua sehubungan dengan perawatan bayi prematur. "Yang paling dikhawatirkan terjadinya infeksi," ungkapnya. Berikut beberapa tanda bahaya yang harus diperhatikan:

* perubahan suhu

Perubahan suhu ini bisa tinggi, bisa pula rendah. "Pokoknya, kalau suhunya tidak stabil, segera bawa ke dokter," sarannya. Pasalnya, perubahan suhu merupakan salah satu tanda
terjadinya infeksi pada bayi.

* rintihan

Coba cermati suara tangis si kecil. Bila suara tangisnya menyerupai rintihan, hampir bisa dipastikan ada yang tidak beres dengan tubuhnya. Rintihan ini bisa menjadi "sinyal" awal terjadinya infeksi.

* refleks isap lemah

Kecurigaan berikutnya bila refleks isapnya menjadi lemah. Orang tua bisa mendeteksi sendiri, biasanya bayi minum susunya seperti apa, sehingga perubahan sedikit saja dapat segera terdeteksi.

SETELAH DUA TAHUN, TAK ADA BEDANYA

Orang tua yang melahirkan bayi prematur tidak perlu cemas. Dengan perawatan yang benar, bayi-bayi prematur dapat menyusul ketertinggalannya dibanding teman-temannya yang lahir cukup bulan. "Ada masa di mana si bayi ini bisa 'mengejar' ketertinggalannya," ungkap Hari. Jadi, jangan heran kalau di usia 2 tahun, orang tidak dapat membedakan mana bayi yang lahir kurang bulan dengan bayi yang lahir cukup bulan. "Kalau pertumbuhannya optimal, tidak bisa dibedakan lagi kok," tandasnya pula.